Minggu, 24 Mei 2015

Pembeli Kayu Gaharu Papua Merauke , Sorong , dan Jayapura

Pembeli Kayu Gaharu Papua  Merauke , Sorong , dan Jayapura
Pembeli Kayu Gaharu Papua  Merauke , Sorong , dan Jayapura Kepada rekan-rekan  Suplier  Kayu Gaharu diseluruh Indonesia, Kami Sebagai pembeli kayu Gaharu siap melakukan kerjasama dengan sistem pembelian Tunai dari kayu Gaharu yang anda miliki.

Jika anda memiliki kayu gaharu dari alam jangan sungkan untuk mengontak kami. Kami akan memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga dengan adanya blog ini para petani tidak kesulitan untuk menjual kayu gaharu milikinya dengan harga yang pantas dan sesuai dengan harga pasar.

Untuk Tahap Pertama, prioritas kami adalah membeli :
1. Kayu Gaharu Super Alam
2. Selanjutnya Kelas dibawahnya

Untuk Lebih jelas silahkan Hubungi di 0812 20 421 431  ( Tidak SMS).

N. Ramdani
Labsain Edu Media

Jln. Nagrog No. 11 A Ujungberung Bandung
Jawa Barat - Indonesia



-------------------------------------------------------------------------------------------































.Please Read this Inform
Pembeli Kayu Gaharu Papua  Merauke , Sorong , dan Jaya pura Produk jasa memiliki karakteristik  yang berbeda dengan barang /produk fisik.    terdapat  4  (empat)  karakteristik  pokok  pada  jasa  (  Tjiptono,  2002:15), meliputi :
2.2.2.1 Tidak Berwujud (Intangibility)
Jasa bersifat intangible artinya jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba atau didengar sebelum dibeli. Karena tidak berwujud, produsen mengalami kesulitan
dalam  memahami   bagaimana   konsumen   mempersepsikan   pelayanannya   dan menilai kualitas jasanya. Konsep intangibility meliputi 2 (dua) pengertian yaitu :
1.   Sesuatu yang tidak dapat disentuh dan dirasakan
2.  Sesuatu  yang  tidak  mudah  didefinisikan,  diformulasikan,  dipahami  secara rohaniah.
Seseorang  tidak  dapat  menilai  hasil  dari  jasa  sebelum  ia  menikmati sendiri.  Bila  pelanggan  membeli  jasa,  maka  ia  hanya  menggunakan, memanfaatkan   atau  menyewa  jasa  tersebut.  Pelanggan  tersebut  tidak  lantas memiliki jasa yang dimilikinya.
2.2.2.2 Tidak Dapat Dipisahkan (Inseperability)
Pembeli Kayu Gaharu Papua  Merauke , Sorong , dan Jaya pura Jasa  pada  umumnya    dihasilkan  dan  dikonsumsi  pada  saat yang  sama. Suatu jasa tidak dapat dipisahkan dari sumber pemberinya. Konsumen juga hadir saat jasa ini dilakukan. Interaksi antara pemberi jasa dan konsumen adalah ciri khusus dari pemasaran jasa. Keduanya mempengaruhi hasil (outcome) dari jasa tersebut. Oleh karena itu, efektivitas individu (contact Personnel) dalam menyampaikan jasa merupakan unsur penting dalam pemasaran jasa.
2.2.2.3 Bervariasi (Variability)
Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan nonstandardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis , tergantung pada siapa, kapan, dan   dimana   jasa   tersebut   dihasilkan.   Ada   tiga   faktor   yang   menyebabkan variabilitas jasa yaitu kerjasama atau partisipasi pelanggan selama penyampaian jasa, moral atau motivasi karyawan dalam melayani pelanggan,dan beban kerja perusahaan.
2.2.2.4 Tidak Tahan Lama (Perishability)
Jasa  merupakan   komoditas   yang  tidak  tahan  lama  dan  tidak  dapat disimpan. Dengan demikian bila suatu jasa tidak digunakan, maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja.
2.2.3 Kepuasan Konsumen
Pembeli Kayu Gaharu Papua  Merauke , Sorong , dan Jaya pura Kepuasan konsumen pada dasarnya berhubungan dengan tingkat perasaan sesorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dengan harapannya. Dengan demikian, tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dia rasakan dengan harapan. Pelanggan (konsumen) dapat memahami  salah  satu  tingkat  kepuasan  umum,  yaitu  jika  kinerja  di  bawah harapan, maka konsumen akan kecewa, kinerja sesuai harapan, maka konsumen akan   puas,   kalau   kineja   melebihi   harapan,   maka   konsumen   akan   sangat puas(Kotler , 1997:36).
Menurut Day (dalam Tjiptono, 2002: 146) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan   adalah  respon  pelanggan   terhadap   evaluasi  ketidaksesuaian   yang dirasakan antara harapan dengan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian. Wilkie (dalamTjiptono, 2000:89) mendefinisikan bahwa kepuasan pelanggan merupakan suatu tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa.
Dari   definisi   tersebut   dapat   ditarik   simpulan   bahwa   pada   dasarnya pengertian  kepuasan  pelanggan  mencakup  perbedaan  antara  harapan  dengan kinerja atau hasil yang dirasakan.
Tujuan
Perusahaan
Kebutuhan dan
Keinginan Pelangga
PRODUK
Harapan Pelanggan
Terhadap Produk
Nilai Produk Bagi Pelanggan
Tingkat Kepuasan
Pelanggan Gambar I. Konsep kepuasan pelanggan (Sumber : Tjiptono, 2000:147)
2.2.4 Harapan Pelanggan
Harapan pelanggan mempunyai peranan penting yaitu sebagai alat perbandingan   bagi  konsumen  dalam  menilai  kualitas  produk  atau  jasa  dan kepuasan  pelanggan.  Harapan  konsumen  terhadap  jasa terbentuk  dari beberapa faktor yang tidak dapat dikendalikan dan berbeda pada tiap konsumen, tergantung dari pendidikan, nilai, dan pengalaman. lihat juga double super sana'i disini
Faktor-faktor   yang   mempengaruhi   harapan   pelanggan   oleh  Zeithaml
(dalam Tjiptono, 2002:28) adalah sebagai berikut:
2.2.4.1 Enduring Service Intensifiers
Pembeli Kayu Gaharu kelas arab Papua  Merauke , Sorong , dan Jaya pura Merupakan faktor yang bersifat stabil dan mendorong pelanggan untuk meningkatkan  sensitivitasnya  terhadap  jasa.  Faktor  ini  meliputi  harapan  yang disebabkan oleh orang lain dan filosofi pribadi sesorang tentang jasa. Seorang pelanggan  akan  berharap  bahwa  ia  patut  dilayani  dengan  baik  pula  apabila pelanggan lainnya dilayani dengan baik oleh pemberi jasa. Selain itu, filosofi individu (misalnya nasabah bank) tentang bagaimana memberikan pelayanan yang benar yang akan menentukan harapannya pada sebuah bank.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar