Sabtu, 13 September 2014

Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo

Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo
Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo Kepada rekan-rekan  Suplier  Kayu Gaharu diseluruh Indonesia, Kami Sebagai pembeli kayu Gaharu siap melakukan kerjasama dengan sistem pembelian Tunai dari kayu Gaharu yang anda miliki.

Jika anda memiliki kayu gaharu dari alam jangan sungkan untuk mengontak kami. Kami akan memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga dengan adanya blog ini para petani tidak kesulitan untuk menjual kayu gaharu milikinya dengan harga yang pantas dan sesuai dengan harga pasar.

Untuk Tahap Pertama, prioritas kami adalah membeli :
1. Kayu Gaharu Super Alam
2. Selanjutnya Kelas dibawahnya

Untuk Lebih jelas silahkan Hubungi di 0812 20 421 431  ( Tidak SMS).

N. Ramdani
Labsain Edu Media

Jln. Nagrog No. 11 A Ujungberung Bandung
Jawa Barat - Indonesia



-------------------------------------------------------------------------------------------































.Please Read this Inform
Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo Pihak yang memerlukan informasi keuangan bukan hanya manajer keuangan saja. Selain pihak internal banyak pula pihak eksternal yang memerlukan informasi laporan keuangan tersebut termasuk calon ivestor dan kreditur. Kepentingan mereka pun terhadap informasi laporan keuangan pun berbeda. Oleh karena itu analisis keuangan dapat dilakukan oleh berbagai pihak untuk berbagai keperluan. Hanya saja kita perlu memahami bahwa laporan keuangan yang dipergunakan sebagai dasar analisis keuangan hanyalah merupakan rekaman dari apa yang telah terjadi selama beberapa tertentu.
Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo Untuk memahami laporan keuangan maka dapat dilakukan analisis rasio keuangan untuk mempermudah hal itu. Dalam melakukan analisis rasio keuangan diperlukan rasio-rasio keuangan untuk mencapai aspek-aspek tertentu. Rasio-rasio keuangan mungkin dihitung berdasarkan atas angka – angka yang ada dalam neraca saja, dalam laporan laba rugi saja atau dalam neraca dan laporan laba rugi. Setiap analisis keuangan bisa saja merumuskan rasio tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu. Secara keseluruhan, aspek – aspek yang dinlai biasanya diklasifikasikan menjadi aspek leverage, aspek likuiditas, aspek profitabilitas, atau
Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo efisiensi, dan rasio-rasio nilai pasar. Setiap perusahaan baik bank maupun non bank pada suatu waktu (periode) akan melaporkan semua kegiatan keuangannya. Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan perusahaan, baik kepada pemilik, manajemen maupun pihak luar yang berkepentingan terhadap laporan tersebut. Analisis laporan keuangan merupakan suatu teknik analisis yang di dalam banyak hal mampu memberikan petunjuk atau indikator dari gejala-gejala yang timbul di sekitar kondisi yang melingkupinya. Analisis laporan keuangan yang dihitung dan diinterprestasikan secara tepat akan mampu menunjukkan aspek – aspek dimana penilaian dan evaluasi lebih lanjut harus dilakukan. Dalam melakukan interprestasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan seorang analis memerlukan adanya suatu ukuran tertentu untuk menganalisis laporan tersebut. Ukuran yang biasa digunakan ini disebut sebagai rasio. Rasio adalah ekspresi dari hubungan matematika antar elemen dalam laporan keuangan. Menurut Kasmir (2002) terdapat beberapa rasio keuangan yang dianggap penting dalam menganalisis laporan keuangan suatu bank : 1.Rasio Likuiditas, 2. Rasio Solvabilitas, dan 3. Rasio Rentabilitas. Menurut peraturan BI No.6/10/PBI/2004 dikatakan bahwa penilaian kinerja keuangan :
1    Aspek Permodalan (Capital )
2    Aspek Kualitas Aset (Assets)
3    Aspek Manajemen (Mangement )
4    Aspek Rentabilitas (Earnings)
5    Aspek Likuiditas (Liquidity)

Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo Aspek Permodalan (Capital) Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan BI, yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi BI no.26/20/KEP/DIR tentang kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) dan Surat Edaran BI No.26/2/BPPD tentang kewajiban penyediaan modal minimum (CAR). Di dalam besaran KPMM sebesar 8% dari ATMR, kini diperhitungkan unsur pengurangan terhadap angka. bersama modal inti. Bila bank tidak berhasil membentuk penyisihan pembentukan aktiva produktiv (PPAP) sebesar jumlah PPAP yang wajib dibentuk (PPAPWP) maka kekurangannya diperhitungkan sebagai faktor pengurang atas modal inti tersebut. Tempat Jual Kayu Gaharu di Palu dan Makasar dan Palopo Dalam penelitian ini dari sisi permodalan digunakan rasio CAR, dimana bank yang memiliki kinerja yang baik harus memiliki kriteria CAR
yang lebih dari yang dipersyaratkan atau d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar