Rabu, 28 November 2012

Pembeli Kayu Gaharu 2013

Pembeli Kayu Gaharu 2013
Pembeli Kayu Gaharu 2013 Kepada rekan-rekan  Suplier  Kayu Gaharu diseluruh Indonesia, Kami Sebagai pembeli kayu Gaharu siap melakukan kerjasama dengan sistem pembelian Tunai dari kayu Gaharu yang anda miliki.

Jika anda memiliki kayu gaharu dari alam jangan sungkan untuk mengontak kami. Kami akan memberikan informasi yang anda butuhkan. Semoga dengan adanya blog ini para petani tidak kesulitan untuk menjual kayu gaharu milikinya dengan harga yang pantas dan sesuai dengan harga pasar.

Untuk Tahap Pertama, prioritas kami adalah membeli :
1. Kayu Gaharu Super Alam
2. Selanjutnya Kelas dibawahnya

Untuk Lebih jelas silahkan Hubungi di 0811 22 500 76 ( Tidak SMS).

Labsain Edu Media

Jln. Nagrog No. 11 A Ujungberung

Bandung


*********************************************************************************
*********************************************************************************


Pembeli Kayu Gaharu 2013 Dalam Prinsip-prinsip  Akuntansi Indonesia (Ikatan Akuntaan Indonesia, 1974) dikatakan bahwa  laporan keuangan ialah neraca dan perhitungan rugi laba serta segala keterangan-keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya antara lain laporan sumber dan penggunaan dana-dana, sedangkan menurut Zaki Baridwan (1995:4) mengemukakan bahwa laporan keuangan adalah merupakan suatu hasil akhir dari pencatatan, yang merupakan suatu rangkaian dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku perusahaan yang bersangkutan. Selanjutnya
Berdasarkan defenisi tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa laporan keungan perusahaan merupakan output dari sebuah proses sistem informasi yang berasal dari kejadian-kejadian ekonomi yang meliputi Revenue cycle, expense cycle, financial cycle yang dicatat/diinput dan diproses sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Hal ini dipertegas lagi oleh Scott (1986:67) melalui gambaran proses sistem informasi yang meliputi ; Input, Processing, dan Output/laporan. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Hal ini dipertegas lagi oleh Michael A. Diamond (1993:22) sebagai berikut :
“Financial Statements are the principal product of the accounting information system, communicating to inteeerest userts information on a firm’s financial position, its liquidity and profitability, and significant changes in its resources and obligations.”
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa laporan keuangan merupakan hasil dari sebuah sistem informasi akuntansi, sebagai media komunikasi bagi pemakai informasi untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan baik dari sisi likuiditas maupun profitabilitasnya, serta perubahan yang signifikan terhadap sumber daya yang dimiliki.
Pembeli Kayu Gaharu 2013 Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara : fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting converntion and postulate), pendapat pribadi (personal judgement).

A.    Jenis Laporan Keuangan Pembeli Kayu Gaharu 2013
Jenis laporan keuangan utama dan pendukung laporan keuangan terdiri atas :
1.    Daftar Neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
2.    perhitungan Laba/Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, Biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.
3.    Laporan Sumber dan Penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode
4.    Laporan Arus Kas. Disini digambarkan sumber dan penggunaan kas dalam suatu periode.
5.    Laproan harga pokok produksi yang menggambarkan berapa dan unsur apa yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi usatu barang.
6.    Laporan Laba Ditahan, menjelaskan posisi laba ditahan yang tidak dibagikan kepada pemilik saham.
7.    Laporan Perubahan modal, menjelaskan perubahan posisi modal baik saham dalam Perseroan Terbatas atau Modal dalam perusahaan perseroan.
Dari beberapa janis laporan keuangan tersebut di atas, akan diuraikan sebagai berikut :
a)    Laporan Neraca (Posisi Keuangan)
Laporan neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saaat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu. Isi/komponen laporan neraca terdiri atas:
1.    Harta,Aktiva (Asset)
Asset adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan misalnya kas, persediaan, aktiva tetap, aktiva yang tak terwujud, dan lain-lain. Pengertian asset ini dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132) dikemukakan bahwa :
“kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pembebanan yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.”

Selanjutnya Financial Accounting Standard Board (FASB) (1985) memberikan definisi sebagai berikut :

“asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang lalu.”

Pembeli Kayu Gaharu 2013 Berdasarkan definisi tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa sesuatu dianggap sebagai asset jika di masa yang akan datang dapat diharapkan memberikan net cash inflow yang positif kepada perusahaan.
Selanjutnya klasifikasi aktiva yang dimiliki perusahaan terdiri dari berbagai macam. Secara umum klasifikasi aktiva tetap terdiri atas : 1) aktiva tetap berwujud (Fixed Asset), dan 2) aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets).  Aktiva tetap berwujud meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dipakai secara aktif dalam operasi perusahaan, dan mempunyai masa kegunaan relatif permanen. Aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa kegunaan yang terbatas harus didepresiasi selama masa kegunaannya, dan disajikan dalam neraca sebesar nilai bukunya (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasinya). Yang termaduk dalam golongan aktiva ini adalah bangunan, mesin dan alat-alat pabrik, mebel dan alat-alat kantor kendaraan dan alat-alat transport, alat kerja bengkel,  aktiva sumber alam. Sedang aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa kegunaan tidak terbatas, disajikan di dalam neraca sebesar harga perolehan. Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud meliputi hak-hak preferensi ( istimewa ) yang dijamin oleh undang-undang, kontrak, perjanjian-perjanjian dan mempunyai masa manfaat dalam waktu relatif permanen.
Pembeli Kayu Gaharu 2013 Selanjutnya menurut Harnanto (1991:357), bagi manajemen operating investment (assets), meliputi seluruh mesin dan alat-alat pabrik dan lain-lain equipmen serta modal kerja yang ditempatkan untuk dikelola atau dioperasikan dalam usaha perusahaan untuk menghasilkan laba.
Berdasarkan pengertian di atas menunjukkan bahwa pada sudut pandang operasional investasi, aktiva tetap adalah merupakan salah satu unsur penting yang perlu menjadi fokus perhatian bagi perusahaan dalam kegiatan operasionalnya dalam kaitannya dengan menghasilkan pendapatan/laba.  Disamping itu untuk untuk tujuan pemeliharaan kondisi aktiva tetap baik berwujud maupun tidak berwujud tetap dalam kondisi produktif bagi perusahaan diperlukan adanya depresiasi dan amortisasi sebagai proses alokasi harga perolehan aktiva tetap tersebut.



2.    Kewajiban/utang (Liabilities) Pembeli Kayu Gaharu 2013
Menurut definisi yang diberikan oleh APB bahwa :
“kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai seusuai prinsip akuntansi. Kewajiban disini termasuk juga saldo kredit yang ditunda yang bukan merupakan utang atau kewajiban.”

Berdasarkan definisi di atas, maka kewajiban  ekonomis bagi perusahaan adalah diartikan sebagai penyerahan harta atau jasa di masa yang akan datang. Selanjutnya FASB memberikan definisi kewajiban sebagai berikut :
“….kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi.”

Pembeli Kayu Gaharu 2013 Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa kewajiban memiliki 3 sifat utama yaitu ; (1) kewajiban itu benar ada, (2) kewajiban itu tidak dapat dihindarkan, (3) kewajiban yang mewajibkan perusahaan telah terjadi.
Kewajiban jika dikategorikan sesuai dengan jangka waktunya, maka terdapat kewajiban jangka pendek (Current liabilities) dan kewajiban jangka panjang (long-term liabilities). Menurut Harnanto (1991:59), hutang jangka panjang adalah semua hutang yang jatuh tempo pembayarannya melampaui batas waktu satu tahun sejak tanggal neraca atau pembayarannya tidak akan dilakukan dalam periode siklus operasi perusahaan, tetapi lebih panjang dari batas waktu tersebut. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Hutang obligasi, hutang hipoteik, hutang bank (kredit investasi) merupakan contoh-contoh dari hutang jangka panjang.
Dalam kegiatan operasi perusahaan, hutang jangka panjang merupakan salah satu sumber permodalan yang mengandung resiko, karena memiliki komitmen untuk melakukan pembayaran sesuai jumlah yang disepakati, meski perusahaan dalam keadaan rugi sekalipun, sehingga hutang dapat saja menanggung resiko melebihi jumlah modal sendiri. Hal ini dipertegas oleh Harnanto (1991:304) bahwa semakin besar proporsi hutang di dalam struktur permodalan perusahaan, akan semakin besar pula kemungkinan terjadinya ketidak mampuan untuk membayar kembali hutang beserta bunganya pada tanggal jatuh temponya.  Pernyataan tersebut berarti bahwa bagi para kreditur bahwa kemungkinan turut sertanya dana yang mereka tanamkan di dalam perusahaan, untuk dipertaruhkan pada resiko kerugian juga semakin besar. Sedangkan bagi para pemilik khususnya pemegang saham biasa, adaaanya hutang di dalam perusahaan merupakan pula suatu resiko tersendiri terhadap kemungkinan rugi yang dihadapi dari dana yang mereka tanamkan.  Tetapi resiko itu juga diimbangi adanya harapan untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi (rentabilitas) sebagai akibat penggunaan modal asing. Akan tetapi perlu diingat bahwa proporsi hutang/modal asing yang berlebihan akan berakibat pada fleksibilitas manajemen untuk beralih pada aktivitas yang profitable akan tertutup dan menghadapi banyak hambatan/tintangan. 
3.    Modal Pemilik (Owner’s Equity)
Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity)  setelah dikurangi kewajibannya. Kategori modal bagi setiap perusahaan dapat berbeda yaitu pada perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseroan terdiri dari modal setor dan modal dari pendapatan (retained Earnings).
b)    Laporan Laba rugi (Profit & Loss) Pembeli Kayu Gaharu 2013
Committee on Terminology memberikan definisi laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Sedangkan menurut APB Statement mengartikan laba rugi sebagai kelebihan/defisit penghasilan di atas biaya selama suatu periode akuntansi.
Dari definisi tersebut di atas, maka laba rugi merupakan selisih positif atau selisih negatif yang diperoleh dari operasi dan non-operasional perusahaan terhadap biaya dalam satu periode akuntansi yang menyebabkan perubahan dalam posisi equity (net asset) perusahaan. Hal ini dipertegas lagi oleh FASB Statement dengan mendefinisikan Accounting Income atau Laba akuntansi sebagai perubahan dalam equity (net asset) dari suatu entity selama suatu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal dari bukan pemilik. Isi/komponen laporan laba rugi terdiri atas :
1.    Pendapatan/hasil (Revenue) Pembeli Kayu Gaharu 2013
Pendapatan/hasil (revenue) merupakan hasil penjualan/penyerahan jasa oleh perusahaan kepada langganan atau penerima jasa. Menurut  Harahap (2002:114) mengemukakan bahwa :
“suatu penghasilan akan diakui sebagai pendapatan pada periode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai.”

Definisi tersebut memberi penekanan pengakuan pendapatan dari sisi waktu. Ditinjau dari sisi waktu maka pengakuan pendapatan tersebut dapat digunakan alternatif ; (1) selama produksi, (2) pada saat proses produksi selesai, (3) pada saat penjualan/penyerahan jasa, (4) pada saat penagihan Kas.
2.    Biaya (Expense)
Pembeli Kayu Gaharu 2013 Menurut APB mendefinisikan sebagai penurunan gross dalam asset  atau kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan dinilai menurut prinsip akuntansi yang diterima yang berasal dari kegiatan mencari laba yang dilakukan perusahaan. Sedangkan menurut FASB mendefinisikan expense  sebagai arus keluar aktiva, penggunaan aktiva atau muculnya kewajiban atau kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman barang, pembuatan barang, pembebanan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan.
Penggolongan biaya terdiri atas ; (biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada periode itu, (2) biaya yang dihubungkan dengan periode tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan, (3) biaya yang akrena alasan praktis tidak dapat dikaitkan dengan periode manapun.
3.    Laba rugi Insidentil (Insidentil Gains & Insidentil Loses)
Menurut FASB Gains adalah naiknya nilai Equity  dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selam satu periode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik. Sedangkan Loses  adalah turunnya equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama periode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik (prive).
4.    Pos Luar Biasa (Extraordinary item) Pembeli Kayu Gaharu 2013
Pos luar biasa merupakan kejadian atau transaksi yang mempengaruhi secara materiil yang tidak diperkirakan terjadi berulang kali dan tidak dianggap merupakan hal yang berulang dalam proses operasiyang biasa dari sautu perusahaan. Menurut PAI kriteria Pos luar biasa ini adalah : (1) bersifat tidak normal (tidak biasa), artinya memiliki tingkat abnormalitas yang tingi dan tidak berhubungan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari, (2) tidak sering terjadi, atau tidak diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang..
Pelaporan pos luar biasa ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya.
Selanjutnya menurut Michael A. Diamond (1993:23) bahwa : Pembeli Kayu Gaharu 2013
“…The four main financial statement are the balance sheet, the income stattement, the retained earnings statement, and the statement of cash flows.”

Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa diantara berbagai laporan keuangan yang biasanya disajikan oleh perusahaan, maka ada empat diantaranya merupakan laporan keuangan utama yang lazim digunakan yaitu : laporan neraraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas. 
B.    Kinerja Keuangan Pembeli Kayu Gaharu 2013
Kinerja perusahaan pada dasarnya terdapat dua perspektif utama yaitu perspektif keuangan dan non-keuangan, akan tetapi sehubungan dengan topik yang telah dikemukakan penulis pada latar belakang masalah, maka akan difokuskan pada kinerja perusahaan ditinjau dari perspektif keuangan. Istilah kinerja keuangan ini telah banyak dikenal oleh masyarakat pelaku ekonomi. Kinerja keuangan merupakan tingkat prestasi (performance) yang dicapai oleh perusahaan, sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kinerja memiliki beberapa pengertian; (a) sesuatu yang dicapai; (b) prestasi yang dihasilkan; (c) kemampuan kerja. Sedangkan menurut Prawisentono (1999) mengemukakan bahwa:
“kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekolompok orang dalam sautu organisasi, sesuai dengan tanggungjawab masing-masing, dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika.”

Pembeli Kayu Gaharu 2013 Pengertian tesebut diatas menujukkan bahwa kinerja perusahaan bukan hanya dapat dilihat dari sisi hasil kerja yang dicapai, akan tetapi kesesuaian akan tangungjawab, norma-norma, serta peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dalam lingkup internal (perusahaan) maupun yang ditetapkan oleh lingkungan eksternal perusahaan (pemerintah). Kinerja perusahaan    (copoerate performance) sangat ditentukan oleh seluruh komponen yang terkait terutama karyawan sebagai salah satu unsur sumber daya yang dimiliki perusahaan. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Ini berarti bahwa kinerja yang baik yang ditunjukkan oleh para karyawan merupakan indikator penting pada kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Disamping aspek penting yang dikemukakan di atas, berikut ini dipertegas oleh Mulyadi (2001) bahwa :
“kinerja perusahaan adalah penciptaan kekayaan dalam jumlah memadai.”

Akan tetapi penciptaan kekayaan dalam jumlah yang memadai tidak cukup untuk menciptakan kinerja organisasi perusahaan apalagi dalam kondisi usaha yang semakin kompetitif. Hal lain yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah pencapaian kinerja organisasi perusahaan melalui pelipatgandaan kekayaan perusahaan dengan cara peletakan leverage  kepada sumber daya manusia guna membangun keunggulan kompetitif melalui peningkatan human capital, manajer berperan dalam menjadikan produktif pengetahuan (knowledge) yang dikuasai oleh karyawan. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Jadi kemampuan organsiasi perusahaan dalam mengelola intangible asset akan menjadikan perusahaan menjadi lebih sukses. Intangigle asset yang dimaksud mencakup pengembangan hubungan dengan pelanggan, pengenalan produk baru, kemampuan menghasilkan produk jasa dengan kualitas tinggi dengan biaya yang minimal, kemampuan meningkatkan skils dan pemberian motivasi kepada karyawan, serta pengembangan teknologi informasi.
Penilaian kinerja perusahaan seperti yang dikemukakan pada uraian tersebut diatas merupakan penilaian kinerja berdasarkan aspek keuangan dan non-keuangan yang dikenal dengan istilah balanced scorecard. Meskipun penilaian kinerja dapat dilakukan dari kedua aspek tersebut (Keuangan dan non-keuangan) akan tetapi dalam penelitian ini difokuskan pada kinerja perusahaan PT. Berdikari United Livestock ditinjau dari aspek keuangan, dengan sasaran umum penilaian kinerja difokuskan kepada likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aktivitas usaha.
Sehubungan dengan sasaran pencapaian kinerja keuangan perusahaan tersebut di atas, menurut Kaplan dan Norton (1996:48) bahwa :
“Financial objectives can differ considerably at each stage of a busines’s life cycle. Bussines strategy theory suggest different strategies that bussiness units can follow, ranging from aggressive market share growth down to consilidation, exit, and liquidation, for simplification purpose, we identify just there stages:
Growth
Sustain
Harvest,”

Pembeli Kayu Gaharu 2013 Berdasarkan pada pernyataan di atas, maka dipahami bahwa pengukuran kinerja keuangan perlu mempertimbangkan adanya tahapan siklus kehidupan bisnis yaitu pertumbuhan (growth), bertahan (sustain), dan memanen (harvest). Pada setiap tahapan siklus kehidupan tersebut memiliki sasaran yang berbeda, sehingga penekanan pengukuran yang dilakukan akan berbeda pula.
Menurut Kaplan dan Norton (1996:48) bahwa “growth bussines are a the early stages of their live cycle. They have products or services with the significant grrowth potential”. Pertumbuhan (growth) sebagai tahapan awal siklus kehidupan perusahaan yang ditunjukkan dengan adanya produk atau jasa yang secara signifikan memiliki potensi pertumbuhan yang baik. Pada tahapan ini, beberapa hal yang dijalankan pihak manajemen adalah komitmen untuk mengembangkan suatu produk atau jasa baru, membangun fasilitas pelayanan, menambah kemapuan operasi pelayanan, mengembangkan sistem, infrastruktur dan jaringan distribusi, dan mengembangkan hubungan dengan nasabah/pelanggan.

C.    Pengukuran Kinerja PT. Berdikasri United Livestock Pembeli Kayu Gaharu 2013
Kinerja keuangan merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui oleh berbagai pihak, baik pihak internal maupun eksternal perusahaan terutama terkait dengan pengambilan keputusan kedua pihak tersebut. Hal ini dipertegas oleh Van Home (1994:11)  mengatakan bahwa kinerja keuangan meliputi tiga keputusan utama yaitu Investment decision adalah keputusan yang berhubungan dengan struktur keuangan dan struktur modal, Financial decision yaitu kemampuan untuk menentukan struktur keuangan dan struktur modal keuangan yang optimal, dan kekayaan para pemegang saham atau pemilik perusahaan, deviden decision yaitu keputusan yang berhubungan dengan pembagian keuntungan terhadap pemegang saham dan laba yang di tahan.
Meskipun terdapat beberapa kelemahan  pada analisa laporan keuangan yaitu seringkali tidak mewakili hasil dan kondisi ekonomi yang sesungguhnya, karena laporan keuangan adalah hasil pencatatan masa lalu (history) dari business activity  yang dilakukan oleh perusahaan, maka fokus analisis akan diarahkan pada hubungan dan indikator keuangan pokok yang memungkinkan analis dapat menilai kinerja masa lampau, sekarang, dan melakukan proyeksi masa yang akan datang. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Tentunya penekanan pada manfaat serta keterbatasan yang dimiliki.
Untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan melalui teknik analisa laporan keuangan, maka terdapat banyak teknik yang dapat dipakai. Teknik ini merupakan cara bagaimana kita melakukan analisa. Sebelum mengadakan analisa terhadap suatu laporan keuangan, penganalisa harus benar-benar memahami laporan keuangan tersebut. Penganalisa harus dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut. Dengan kata lain bahwa agar dapat menganalisa laporan keuangan dengan hasil yang memuaskan maka perlu mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.
Penganalisa juga harus mempunyai kemampuan atau kebijaksanaan yang cukup di dalam mengambil suatu kesimpulan, di samping harus memperhatikan dan mempertimbangkan perubahan-perubahan kondisi perusahaan serta tingkat harga-harga yang terjadi. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Oleh karena itu sebelum mengadakan perhitungan-perhitungan, analisa dan interpretasi penganalisa harus mempelajari atau mereview secara menyeluruh atau bila dipandang perlu dapat diadakan penyusunan kembali (reconstruction) dari data-data sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku dan tujuan analisa. Setelah mempelajari secara menyeluruh laporan keuangan, maka analisa dan interpretasi dapat dilakukan dengan menggunakan metode dan teknik analisa yang tepat dan disesuaikan dengan tujuan analisa.
Analisa laporan keuangan terdiri dari penelaahan atau mempelajari hubungan dan tendensi atau kecendrungan (trend) untuk menentukan posisi keuangan dan hasil operasi serta perkembangan kinerja keuangan perusahaan yang bersangkutan. Pembeli Kayu Gaharu 2013 Metode dan teknik analisadigunakan untuk menentukan dan mengukur hubungan antara pos-pos yang ada dalam laporan, sehingga diketahui perubahan-perubahan dari masing-masing pos tersebut bila diperbandingkan dengan laporan dari beberapa periode untuk satu perusahaan tertentu.
Tujuan yang hendak dicapai dari setiap metode dan teknik analisa adalah untuk menyederhanakan data sehingga lebih dimengerti.  Ada dua metode analisa yang dapat digunakan yaitu analisa horisontal dan analisa vertikal. Analisa horisontal adalah analisa dengan mengadakan pembandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat, sehingga akan diketahui perkembangannya. Metode ini disebut metode analisa dinamis. Sedangkan analisa vertikal yaitu apabila laporan keuangan yang dianalisa hanya meliputi satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan membandingkan antara pos-pos yang satu dengan pos lainnya dalam laporan keuangan tersebut, sehingga hanya akan diketahui keadaan keuangan atau hasil operasi saat itu saja. Analisa seperti ini disebut metode analisa statis.
Pembeli Kayu Gaharu 2013 Analisa hubungan berbagai pos dalam suatu laporan keuangan adalah merupakan dasar untuk dapat menginterpretasikan kondisi keuangan dan hasil operasi suatu perusahaan. Dengan menggunakan laporan yang diperbandingkan, termasuk data tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, prosentase serta trendnya, penganalisa menyadari bahwa beberapa rasio secara individu membantu dalam menganalisa dan menginterpretasikan posisi dan kinerja keuangan suatu perusahaan.
Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah lain, dan dengan menggunakan alat analisa berupa rasio ini akan memberikan gambaran tentang baik atau buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan.
Penggolongan angka rasio dapat ditinjau dari dua sisi yaitu berdasarrkan sumber data keuangan yang merupakan unsur atau elemen dari angka ratio tersebut dan penggolongan yang kedua adalah didasarkan pada tujuan penganalisa. Berdasarkan sumber datanya maka angka ratio terdiri dari; ratio-ratio neraca (balance sheet ratios) yaitu ratio yang semua datanya diambil atau bersumber dari neraca, ratio-ratio laporan rugi-laba (income statement ratio) yaitu angka-angka ratio yang semua datanya diambil dari laporan rugi-laba, rasio-rasio antar laporan (interstatement ratios), yaitu semua angka ratio yang datanya berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan rugi-laba.Pembeli Kayu Gaharu 2013
Sedangkan menurut tujuannya, rasio keuangan khususnya perusahaan  dikelompokkan menjadi lima kategori sebagai berikut ; (1) Rasio-rasio untuk mengukur likuiditas , (2) rasio-rasio Untuk mengukur Rentabilitas , (3) rasio-rasio resiko usaha , (4) rasio-rasio Permodalan, (5) Rasio-Rasio Efisiensi Usaha.
Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan tingkat kemudahan relatif suatu aktiva untuk segera dikonversikan ke dalam kas dengan sedikit atau tanpa penurunan nilai;  serta tingkat kepastian tentang jumlah kas yang dapat diperoleh. Rasio-rasio yang tergolong dalam rasio likuiditas ini adalah current ratio, quick ratio dan cash ratio. masing-masing rasio ini mempunyai perspektif yang berbeda dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Current ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan  untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan asumsi bahwa semua aktiva lancarnya dikonversi menjadi kas. Quick ratio/acid test ratio  mempunyai tujuan yang sama dengan current ratio, akan tetap dalam perspektif yang lebih cepat yakni rasio ini tidak memperhitungkan persediaan, karena memerlukan waktu yang relatif lama untuk dikonversi menjadi uang kas. Sehingga dengan demikian rasio ini lebih tajam dari current ratio. Cash ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan memperhitungkan aktiva yang paling likuid.
Rasio Profitabilitas/Rentabilitas digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam mengelola perusahaan. Efektivitas yang dimaksud adalah meliputi kegiatan fungsional manajemen yang terdiri dari keuangan, pemasaran, sumber daya manusia dan operasional. Efektivitas pada faktor tersebut akan menyebabkan peningkatan atau penurunan laba bagii perusahaan. Yang tergolong dalam rasio ini adalah ; (1) Net Profit Margin (NPM), (2) Pembeli Kayu Gaharu 2013 Return on Investment (ROI), (3) Return on Equity (ROE).  Penurunan laba yang berlangsung terus menerus akan mengarah pada kebangkrutan perusahaan.
Rasio Permodalan/solvabilitas digunakan untuk menggambarkan apakah permodalan perusahaan telah mencukupi untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilakukan secara efisien, apakah permodalan  tersebut akan mampu untuk menyerap kerugian-kerugian yang tidak dapat dihindarkan, apakah kekayaan  (kekayaan pemegang saham) semakin besar atau semakin kecil.
Rasio Efisiensi Usaha, digunakan untuk mengukur performance manajemen  apakah telah menggunakan semua faktor-faktor produksinya dengan tepat guna dan berhasil guna.
Disamping itu dikenal Dupont Model. Model ini diperkenalkan oleh DuPont seorang pengusaha sukses dimana cara yang digunakan hampir sama dengan analisis laporan keuangan biasa, namun pendekatannya lebih intergratif dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen analisanya.
E.    Kerangka Pikir Pembeli Kayu Gaharu 2013
Sesuai dengan latar belakang dan kajian teori yang telah dikemukakan sebelumnya, menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Berdikari United Livestock menunjukkan fluktuasi meski secara keseluruhan perusahaan dalam kategori Sehat berdasarkan Indikator Kinerja keuangan yang tertuang dalam SK Menteri BUMN Nomor Kep-100/MBU/2002. terjadinya fluktuasi ini tentunya tidak terlepas dari beberapa faktor-faktor, baik internal maupun eksternal. Baik faktor internal maupun faktor internal tentu mempunyai pengaruh yang berbeda. Akan tetapi karena keterbatasan waktu yang dimuliki oleh peneliti, maka dalam penelitian ini akan difokuskan pada faktor-faktor internal dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan-profitabilitas PT. Berdikari United Livestock sebagai bagian dari delapan indikator kinerja keuangan BUMN yang tertuang dalam SK Menteri BUMN Nomor Kep-100/MBU/2002. indikator yang terkait dengan profitabilitas/rentabilitas yaitu Return On Equity (ROE), Return On Investment,.
Kedua Rasio Tersebut di atas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba (profitabilitas/rentabilitas). Sutrisno (2000:20) menyatakan bahwa salah satu ukuran utama keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan adalah rentabilitas. Rentabilitas seperti yang dimaksudkan di atas adalah rentabilitas ekonomi yang dinyatakan dalam ROA/ROI sedangkan ROE merupakan rentabilitas modal sendiri.
Pembeli Kayu Gaharu 2013 Sebagai salah satu usaha yang mengelola produksi berupa pengembangbiakan sapi (breeding), penggemukan (fattening), dan perdagangan (trading), PT. Berdikari dalam kegiatan operasi membutuhkan investasi dalam bentuk aktiva tetap dalam bentuk sarana dan prasarana, sehingga dengan dengan demikian akan mendukung operasional usaha yang pada akhirnya akan mengarah pada peningkatan profitabilitas.
Untuk keperluan tersebut investasi pada berbagai bentuk aktiva diperlukan komposisi pembiayaan yang berasal dari hutang dan modal sendiri yang dapat digunakan untuk melakukan investasi dalam berbagai bentuk aktiva tetap yang diperlukan dalam kegiatan operasi PT. Berdikari United Livestock. Dengan komposisi aktiva, kewajiban jangka panjang, dan modal sendiri dalam jumlah yang memadai, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangannya dalam hal profitabilitas/rentabilitas Pembeli Kayu Gaharu 2013.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar